RSS

Facebook, Mark Zuckerberg & Dinding Ratapan

23 Feb

 

Seperti yang kita ketahui bahwa WALL bermakna DINDING.

Lalu kenapa dengan dinding? Apa yang salah atau apa yang ganjil dengan kata “Dinding”.

.

Siapakah yang membuat FB atau Facebook? Mark Zuckerberg seorang berbangsa YAHUDI. Apa kaitannya WALL dengan YAHUDI? Ternyata kaitan keduanya sangat erat.

DINDING RATAPAN.

Didinding itu mereka menangisi dosa-dosa mereka, meluahkan harapan, ratapan dan segalanya. Itulah tujuan mereka membuat FB.

Dan tanpa kita sadari, kita lebih banyak mengadu masalah diFB daripada mengadu kepada ALLAH SWT, lebih mengutamakan update status daripada shalat dan dzikir kepada ALLAH SWT.

Hati-hatilah sahabat, bisa-bisa kita nanti menjadi “Tassyabuh” atau menyerupai kaum lain (Yahudi). Nabi melarang dalam sabdanya: “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dalam golongannya.

Oleh karena itu, jangan jadikan WALL FB sebagai tempat luahan perasaan seperti mereka. Tapi jadikanlah ia sebagai tempat membagi ilmu dan nasehat kebaikan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Walaupun hanya kepada 1 orang.

Jadikan Wall FB sebagai media untuk menyebarkan dakwah. Jika anda belum percaya silahkan buka Google dan Search: “Wailing Wall Of Israel”

Mari kita renungkan.

Sungguh kalian akan mengikuti langkah-langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Bahkan seandainya mereka masuk lubang biawakpun niscaya kalian ikut masuk pula kedalamnya. Para sahabat bertanya: “Siapakan mereka itu Ya Rasulullah?“. Beliau menjawab: “Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi)! Siapa lagi kalau bukan mereka?” [HR. Imam Bukhari]

Jadi, postkanlah kata-kata hikmah/mutiara bijak/nasehat/ayat Al-Quran, Hadits, Ulama terdahulu tentang agama Islam.

Gunakan peluang Yahudi/Nasrani yang akan merusak umat Islam dengan membangunkan agama Islam melalui platform mereka.

Ini ilmu baru. Yuk kita amalkan dan dishare keteman yang lain.

Mari kita jalani kehidupan ini dengan ilmu dan iman.

Semoga Allah Ridho….
(disadur dari fb: Pendidikan Quran Habiburahman)

 

Tembok Ratapan

“Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku” (Yesaya 49:16).

 

Tembok Barat yang berada di wilayah kota tua Yerusalem merupakan bagian dari dinding tembok di wilayah Bukit Bait Suci (Temple Mount) yang masih tersisa sejak dirobohkannya Bait Suci Yahudi Kedua pada tahun 70 masehi. Tembok Barat ini kemudian menjadi tempat yang paling sakral bagi bangsa Yahudi baik secara tradisi maupun religi. Kesadaran nasional bangsa ini tentang Tembok Barat didasarkan atas dekatnya lokasi ini dengan Ruang Maha Kudus Bait Suci di Temple Mount, tempat dimana dianggap ada “kehadiran Yahweh” yang tidak pernah pergi dari situ. Dalam perjalanan sejarahnya kemudian, Tembok Barat menjadi satu-satunya tempat bagi bangsa Yahudi untuk meratapi pembinasaan dan pengasingan Israel dan penghancuran Bait Suci mereka. Selain itu tempat ini juga menjadi tempat komuni bagi bangsa ini untuk menyatakan “kesatuan nasional” di abad ini dengan menyatukan visi sejarah dan kemuliaan Israel di masa depan dengan terus “meratap” kepada Yahweh dalam suatu wujud pertobatan nasional dengan berharap Bait Suci Ketiga Yahudi akan segera dibangun kembali di tempatnya semula. Itu sebabnya Tembok Barat kemudian dikenal juga sebagai “Tembok Ratapan”. Bagaimanakah nilai-nilai religius ini diterjemahkan sebagai suatu pemahaman spiritual atas gereja Tuhan? Bagaimanakah umat Perjanjian Baru seharusnya belajar dari bayangan/gambaran yang dinyatakan dalam ritual kehidupan dan tradisi umat Perjanjian Lama? Jelas, pemakaian kitab Perjanjian (Lama) yang sama atas gereja Tuhan bukan untuk data sejarah, bukan? Tetapi untuk mengerti prinsip-prinsip ibadah dan makna Elohim-nya. Berikut ini kita akan memperhatikan gambaran perjuangan bangsa Yahudi dalam menggenapi cita-cita religius mereka untuk menghadirkan kembali “The Center of Jewish Lives” melalui suatu “symbol penyatuan”, Tembok Ratapan.

THE WALL
Awalnya, sebagian besar Tembok Barat dari The Temple Mount, sepanjang 485 meter, tersembunyi oleh bangunan-bangunan yang berdiri disekelilingnya. Sampai bulan Juni 1967 bagian dinding yang dapat diakses tidak lebih dari 28 meter saja. Di depannya ada suatu lorong dengan jalan berbatu selebar 3,5 meter yang berbatasan dengan daerah hunian kumuh. Tembok yang berada diatas tanah terdiri dari 24 baris batu yang berbeda dan dari zaman yang berbeda pula. Tinggi totalnya mencapai 18 meter (6 meter diatas ketinggian Temple Mount). Di tahun 1967 diadakan penggalian yang menemukan adanya 19 baris batu lagi terkubur di dalam tanah, barisan batu yang paling bawah. disatukan/bersatu dengan batu karang alam Lembah Tyropoeon. Tahun 1968 tanah di depan tembok tersebut digali dan ditemukan dua baris batu dari periode Bait Suci Kedua zaman Herodian yang terkubur.

Tampak bahwa keseluruhan Tembok Barat ini berdiri diatas 7 lapisan batu yang sangat besar yang menjadi fondasinya, terdiri dari 21 barisan batu di dalam tanah dan 24 barisan batu diatas tanah (catatan: angka 7, 21 (3), dan 24 (6) memiliki nilai religius tersendiri secara tradisi Yahudi). Bagian tembok yang diatas terdiri dari empat barisan yang lebih kecil yang berasal dari periode zaman Romawi dan Byzantium. Bagian-bagian tertentu di bagian atas merupakan konstruksi tambahan/perbaikan dari zaman pendudukan Islam sampai abad 13. Para peziarah Yahudi yang datang dari seluruh dunia selama berabad-abad selalu berusaha untuk mengambil batu-batuan Tembok barat ini karena mereka sangat percaya itu adalah bagian dari Bait Suci Pertama dan Kedua. Batu-batu disitu rata-rata mempunyai lebar 1 meter dan panjang 3 meter, tetapi beberapa batu mencapai panjang 12 meter dengan berat bisa mencapai 100 ton. Kemungkinan mereka juga mengadakan penggalian di Goa Zedkiah (dekat Damascus Gate).

Untuk mengimbangi tekanan alami dari belakang Tembok Barat, area Temple Mount, setiap barisan batu dibuat mundur sepanjang beberapa centimeter, dengan demikian tembok tersebut mengalami sedikit kemiringan ke arah timur. Faktor ini, juga beratnya batu-batuan, dan cara pemotongannya yang akurat dalam perhitungan, menjadikan Tembok Barat memiliki kestabilan yang “tidak biasa” dalam hitungan matematik.

Terowongan bawah tanah di mulai dari bagian barat-laut plaza doa sampai dengan bagian dekat Tembok Barat yang tersembunyi oleh bangunan-bangunan. Melewati suatu siperstem aliran air yang melengkung sampai ke kolam air. Sepanjang 350 meter dari dari dinding telah dibuka sampai ketepi utara dimana terletak sudut utara-barat Temple Mount. Di terowongan yang paling besar ditemukan bagian batu Tembok Barat berukuran raksasa sepanjang 60 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 4 meter, dengan perkiraan berat sekitar 570 ton.

http://www.cherubimsonline.com

Perluas Tembok Ratapan, Awal Rencana Busuk Israel Ambil Alih Al-Aqsa

YERUSALEM TERJAJAH (Berita SuaraMedia) – Pemerintah Israel telah memberikan isyarat untuk melanjutkan rencana perluasan area doa Yahudi di Tembok Barat (al-Buraq atau disebut kaum Yahudi dengan Tembok Ratapan), di Kota Tua Yerusalem. Israel tetap ngotot melakukan itu meski ada sejumlah peringatan yang menyebutkan bahwa hal itu hanya akan membangkitkan Intifada ketiga.

Para pejabat Israel menolak proposal yang diajukan pengadilan Yerusalem pada awal minggu ini untuk menangguhkan rencana tersebut, karena para hakim merasa bahwa perluasan Tembok Ratapan akan melanggar kesepakatan “status quo” yang mengatur mengenai tempat-tempat suci di Yerusalem. Otoritas Islam menyetujui perjanjian tersebut setelah Israel menjajah Yerusalem Timur pada tahun 1967.

Area yang diajukan untuk menjadi lokasi pengembangan adalah area Gerbang Mughrabi, yang merupakan salah satu pintu masuk menuju Haram Ash-Sharif, yag juga menjadi lokasi Masjid Al-Aqsa.

Pelanggaran bertubi-tubi yang dilakukan Israel terhadap situs tersebut bermula pada bulan Agustus tahun lalu, pada awal bulan suci Ramadhan dan terus berlangsung pada bulan Februari dan Maret, memicu lahirnya unjuk rasa dan kekerasan terhadap rakyat Palestina.

Serbuan bersenjata ke Masjid Al-Aqsa pada tahun 2000, oleh Ariel Sharon, sesaat setelah menjabat sebagai perdana menteri, langsung melahirkan Intifada kedua.

Dalam beberapa minggu terakhir, para analis sudah amat khawatir dengan semakin dekatnya Intifada ketiga karena pemerintahan Benjamin Netanyahu ngotot membangun pemukiman ilegal di Yerusalem Timur dan secara sepihak mengklaim sejumlah situs di Yerusalem sebagai “warisan budaya Israel.”

Jika kembali ada serangan terhadap Masjid Al-Aqsa, hal itu akan seperti menuangkan bahan bakar pada api yang menyala, kata Hanna Sweid, seorang anggota parlemen Israel berdarah Palestina yang melayangkan dasar keberatan terhadap skema Israel tersebut.

Berdasar bukti-bukti yang dikemukakan di pengadilan Yerusalem, para pejabat Israel menggunakan kerusakan kecil di sebuah jalur batu dekat Gerbang Mughrabi sebagai dalih untuk menghancurkannya enam tahun yang lalu. Israel ingin menggantikan jalur tersebut dengan jembatan permanen dan memperluas area doa Yahudi ke wilayah tersebut.

Skema tersebut berasal dari inspirasi Shmuel Rabinowitz, rabbi yang menangani urusan Tembok Barat. Tahun 2004, ia menyebut kerusakan pada jalur tersebut sebagai sebuah “mukjizat” yang memberikan peluang kepada Israel untuk semakin banyak mencaplok lahan otoritas Islam di Kota Tua.

Rencana rabbi tersebut disetujui pada akhir tahun 2007 oleh sebuah komite khusus kementerian yang dikepalai oleh Ehud Olmert, yang kala itu menjabat sebagai perdana menteri. Proyek tersebut juga didukung penuh Netanyahu, meski ia membekukan pembangunan pada bulan Juli setelah mendapat perintah dari pengadilan Yerusalem.

Sejak penggarapan gerbang tersebut dimulai, Yordania, Turki dan pemerintah Palestina mengungkapkan kekhawatiran karena hal itu merupakan pertanda adanya ekspansi lebih lanjut.

Para pengamat berharap bahwa, setelah dihadapkan dengan perseteruan dengan Amerika Serikat setelah terjadi krisis diplomatik yang dipicu pembangunan pemukiman ilegal di Yerusalem Timur, Netanyahu akan menyetujui permintaan pengadilan. Namun mereka salah.

“Netanyahu punya sejarah menginjak-injak hak Palestina di Kota Tua,” kata Sweid. “Ada alasan kuat untuk merasa khawatir dengan apa yang dia rencanakan kali ini.”

Israel mengklaim Masjid Al-Aqsa dan Haram Ash-Sharif dibangun di atas reruntuhan dua “kuil Yahudi kuno” yang dibangun oleh Solomon dan Herod.

“Haram Ash-Sharif adalah sebuah lokasi sensitif bagi Muslim, dan pemerintah Israel bermain api dalam hal ini,” kata Mohammed Masalha, seorang dosen yan mengepalai kelompok koalisi di Israel yang membawa kasus tersebut ke persidangan.

Israel punya alasan lain untuk melakukan penggalian ilegal tersebut, kata Kais Masser, pengacara yang mewakili kelompok-kelompok Islam. “Mereka ingin menggali sesuatu, apapun, yang bisa diklaim sebagai peninggalan purbakala untuk menghapuskan tuntutan Muslim untuk memperbaiki jalur tersebut. Dengan demikian, membangun kembali jalur itu menjadi mustahil karena akan dianggap merusak situs arkeologis.”

Menurut Nasser, Israel berharap bahwa jika pihaknya dapat memastikan bahwa pembangunan jembatan menjadi solusi satu-satunya, maka tidak akan ada rintangan untuk memperluas Tembok Ratapan.

Meir Ben Dov, arkeolog Israel dan direktur penggalian Tembok Barat, Mengatakan bahwa dirinya curiga dengan aktivitas Israel di situs tersebut, ia menambahkan bahwa tujuan utama Israel tampaknya adalah mengendalikan penuh Tembok Barat yang panjangnya mencapai 480 meter.

Kepada persidangan tersebut, ia mengaku dapat memberikan bukti bahwa kerusakan jalur tersebut amat kecil.

“Saya diminta pemerintah (Israel) untuk memeriksa kerusakan, dua hari setelah terjadi, dan saya menemukan ada sekitar selusin batu yang keluar dari posisi,” katanya. “Jalur itu bisa diperbaiki dalam waktu kurang dari satu minggu, namun mereka memerintahkan untuk menghancurkannya.”

Ben Dov dan pengamat lainnya mengatakan bahw ahal itu hanyalah contoh dari kebijakan jangka panjang untuk pada akhirnya mengambil alih seluruh kendali umat Muslim terhadap kompleks Masjid tersebut.

Di antara yang paling signifikan adalah pembangunan Kota David, taman arkeologis Israel, yang terletak di sebelah selatan Masjid Al-aqsa di kawasan hunian Palestina di Silwan. Dioperaikan oleh kelompok pemukim ekstremis Elad, pembangunan situs tersebut telah mencaplok rumah-rumah Palestina dan memaksa penghancuran rumah-rumah Palestina, kelompok tersebut ingin menghubungkan taman tersebut dengan “kuil Yahudi.”

Dengan didukung politisi sayap kanan, termasuk dulunya Netanyahu, para pemukim juga ingin mengambil alih rumah-rumah Palestina, di dekat Haram Ash-Sharif.

Sebuah organisasi pemukim, Ateret Cohanim, amat aktif dan melakukan penggalian di bawah rumah-rumah Palestina di sekitar kompleks Masjid dengan harapan untuk dapat menemukan jejak-jejak “kuil Yahudi.” (dn/mn) www.suaramedia.com

Berita Lainnya:

YERUSALEM (Berita SuaraMedia) – Seorang dosen dari universitas Palestina menjadi akademisi yang sekali lagi membahas  sejarah dan menyatakan bahwa sejarah Yahudi di Yerusalem, yang oleh para Yahudi sebagai ibu kota mereka selama 1.600 tahun sebelum Nabi Muhammad menyampaikan agama Islam. Dosen tersebut menyangkal bahwa adanya hubungan orang-orang Yahudi dengan Tembok Ratapan dari Kuil Yahudi.Shamekh Alawneh, seorang dosen sejarah modern di Universitas Terbuka Al-Quds, berkata bahwa Yahudi menciptakan hubungan dengan tembok tersebut untuk tujuan Politik, untuk meyakinkan Yahudi Eropa dan Zionis untuk datang ke Palestina.

Alawneh berkata, “Tujuan dari Yahudi untuk memberi nama tembok tersebut sebagai “Tembok Ratapan” kepada tembok ini merupakan sesuatu yang politis. Para Yahudi tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk menciptakan sebuah alasan mengenai Yerusalem untuk menyebarkan diantara para Zionis atau Yahudi Eropa untuk berhubungan dengan sesuatu yang konkret dari masa lalu Yerusalam. Mereka membuat klaim palsu dan menyebut Tembok Buraq sebagai Tembok Ratapan.

“Tembok tersebut tidak mempunyai akar sejarah,” ujarnya dalam sebuah program televisi yang berjudul Yerusalem – Sejarah dan Budaya. “Ini adalah istilah politik untuk , memenangkan hati dan dukungan dari Zionis di Eropa sehingga mereka akan berpindah dan masuk ke Palestina. Tidak lebih.

Pembawa acara tersebut juga merujuk ke “Yahudisasi” dari Yerusalem dan rencana Yahudi untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa.

Juni lalu, WND mengutip kepala staf Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menyatakan bahwa Yerusalem adalah milik umat Muslim. Ia memeperingatkan bahwa gerakan apapun, atau serangan apapun oleh Israel, yang mengganggu kompleks Al-Quds akan dibalas oleh 1,5 milyar Muslim dunia.

“Yerusalem adalah Muslim. Masjid Al Aqsa dan Haarem Al Sharif adalah 100 persen Muslim. Israel bermain dengan api ketika mereka mengancam Al-Aqsa dengan penggalian yang sedang mereka lakukan, ” ujar kepala staf Abbas, Rafiq Al Husseini.

Dalam sebuah wawancara ekslusif pada bulan Maret 2007, Taysir Tamimi, Pemimpin dari Pengadilan Palestina dan salah satu dari pemimpin Muslim yang paling berpengaruh di Israel, mengatakan bahwa Kuil Yahudi tersebut tidak pernah ada, dan Tembok Ratapan sebenarnya adalah tempat dimana Nabi Muhammad mengikatkan kendaraan ajaibnya, Masjid Al Aqsa dibangun oleh para malaikat dan Ibrahim, Musa dan Isa adalah nabi-nabi dalam Islam.

Tamimi dianggap sebagai ulama terpenting Palestina setelah Muhammad Hussein, Mufti Agung Yerusalem.

“Israel memulai sejak 1967 membuat penggalian arkeologis untuk menunjukan bukti-bukti adanya hubungan antara Yahudi dengan kota tersebut, dan mereka tidak menemukan apapun. Tidak ada koneksi terhdap Israel sebelum Yahudi memasuki wilayah ini pada tahun 1880,” ujar Tamimi.

Tamimi berkata bahwa deskripsi dari deskripsi dari Kuil Yahudi di Taurat dan di tulisan Byzantine dan Roma dari periode Kuil tersebut merupakan hasil pemalsuan, dan bahwa Taurat telah dipalsukan. (iw/inn/wnd)  www.suaramedia.com

 

Tentang agendamerah

me, just a person wanna get some fun
Leave a comment

Posted by pada Februari 23, 2012 in Hot News, Religy

 

Di "Like" & Comment Yuk

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.154 pengikut lainnya.