RSS

Nama-nama Korban Hanyut di Bogor

20 Feb
foto

Senin, 20 Februari 2012 | 08:58 WIB

TEMPO.CO, Bogor – Tujuh dari delapan korban hanyut di Sungai Cihideung, Bogor, Jawa Barat, hingga Ahad malam, 19 Februari 2012, belum ditemukan. Tim SAR gabungan yang sempat menghentikan sementara pencarian pagi ini melanjutkan pencarian kembali korban yang kebanyakan anak-anak itu.

“Korban hanyut semuanya delapan. Masih tujuh orang yang belum ditemukan. Pencarian dilanjutkan pagi ini,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor Yos Sudrajat di Posko Pencarian di Kanto Kecamatan Ciampea.

Menurut Yos, data terakhir korban dalam peristiwa robohnya jembatan bambu Cidua yang menghubungkan Kampung Pabuaran Kaum dengan Blok A Kampus Institut Pertanian Bogor adalah 23 orang. “Sebanyak 15 orang selamat dan delapan orang hanyut. Yang sudah ditemukan satu orang,” kata Yos.

Bupati Bogor Rachmat Yasin yang mengunjungi lokasi kejadian mengatakan jembatan ambruk tersebut dibangun atas biaya swadaya masyarakat. Dari sisi kelayakan, jembatan ini bersifat darurat. Pemerintah tidak membangun jembatan karena hanya menghubungkan jalan setapak dan bukan akses jalan utama.

“Ada jalan dan jembatan yang lebih aman dan layak untuk dilalui. Tapi musibah ini tetap menjadi perhatian kami. Korban akan diberi santunan,” ungkap Bupati Bogor saat meninjau lokasi kejadian, Ahad petang.

Berikut ini nama-nama korban:

1. Umamah, 35 tahun, meninggal, warga Kampung Cibanteng RT 01/RW01 Cibanteng.
2. Eka binti Eman, 9 tahun, belum ditemukan, warga RT 06/RW 02 Kampung Pabuaran
3. Rafi bin Ema, 5 tahun, adik Eka, belum ditemukan.
4. Ajay bin Engkos, 9 tahun, belum ditemukan, warga RT 04/RW 02 Kampung Pabuaran
5. Jahra bin Juli, 6 tahun, belum ditemukan, warga RT 06/RW 02 Kampung Pabuaran
6. Maesaroh bin Haris, anak Umamah, belum ditemukan.
7. Tia binti Jamal, 10 tahun, warga RT 04/RW 02, Kampung Pabuaran, belum ditemukan.
8. Dini binti Junaidi, 10 tahun,  RT 06/ RW 02, Kampung Pabuaran, belum ditemukan.

 

foto

 

Jembatan Sungai Cihideung Keropos

Minggu, 19 Februari 2012 | 19:56 WIB
TEMPO.CO, Jakarta -Peristiwa jembatan ambruk yang mengakibatkan satu orang tewas dan sembilan lainnya hilang membuat warga penasaran. Hingga  Ahad petang ini, 19 Februari 2012, ratusan orang berkerumun di sekitar lokasi kejadian yang berbatasan langsung dengan Blok A, kawasan peternakan sapi Kampus Institut Pertanian Bogor.

Jembatan bambu sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 1,2 meter itu sudah keropos pada ujung penopangnya. Dua tiang kayu penopang jembatan di tengah sungai, tampak terlalu ringkih untuk menyangga beban berat. Warga menggunakan jembatan itu untuk jalan pintas menuju kampus IPB. “Jembatan itu warga yang buat. Sebenarnya dulu dilarang IPB. Tapi karena warga butuh, akhirnya diizinkan,” ujar Miftahudin, warga setempat yang turut mencari korban hilang.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi,  menilai jembatan itu tidak layak digunakan. “Harusnya tak jatuh korban kalau kondisi jembatan ini baik,” ujar Ade saat meninjau lokasi, Ahad petang.

 

ARIHTA U SURBAKTI

http://www.tempo.co

 

Tentang agendamerah

me, just a person wanna get some fun
Leave a comment

Posted by pada Februari 20, 2012 in Hot News

 

Di "Like" & Comment Yuk

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.154 pengikut lainnya.