RSS

Arsip Harian: Januari 20, 2012

TERMINOLOGI TAE KWON DO

  • Joon bi / Jhoon Bee / Ready (Siap)

     Sikap siap dalam Taekwondo. Kaki selebar bahu, pikiran terfokus, badan tegap, kedua tangan mengepal berjarak satu kepal di depan sabuk, pandangan lurus ke depan.

  • Cha-ryot / Cha-Ryut/ Attention Stance (Perhatian)

     Sikap siap, kedua kaki rapat (dua ibu jari bertemu), kedua tangan mengepal disamping badan, pandangan tetap lurus kedepan.

  • Kyeong-rye /Kyung-Ne/ Bow (Hormat)

     Memberi hormat dengan membungkukkan badan.

 


  • Sabum (Instruktur)
  • Sabum Nim (Instruktur kepala)
  • Kyo Sah (Asisten Pelatih)
  • Hubae (Yunior)
  • Seonbae (Senior)
  • Jee ja / Student (Murid)
  • Tae Kwon Do Junshin (Prinsip Ajaran Tae Kwon Do)
  • Muknyeom (Meditasi)
  • A Nee (Tidak)
  • Yee  (Ya)
  • Dobok (Seragam Taekwondo)
  • Geup (Tingkatan Warna Sabuk Taekwondo)
  • Dan (Tingkatan Sabuk Hitam Taekwondo)
  • Poomse / Style-Forms (Jurus)
  • Do Jang (Tempat Latihan)
  • Kwan  (school / sekolah / kelompok)
  • Joobi Undong (Warming Up)
  • Tie (Sabuk latihan)
  • Kisul (Teknik)
  • Kyorugi / Sparring (Pertarungan “Full Contact”)
  • HoGo (Pelindung Badan/Body Protector)
  • Kihap (powerful yell, to collect and focus internal energy / Berteriak Keras Untuk Mengumpulkan, Menyalurkan, MemFokuskan Energi didalam Tubuh)
  • Boo Sang / Injury (Cidera)
  • Shi-jak / See jak  (mulai)
  • Kal-yeo (berhenti)
  • Kye-suk (lanjutkan)
  • Keu-man / Ko Man (berakhir)
  • Ba Ruh (kembali posisi awal)
  • Ap Ora (maju)
  • Dwiro (mundur)
  • Dwitora / Dwee Ro Do rah (putar/balik)
  • Owen  (kiri/left)
  • Oreun  (kanan/right)
  • Yeop Ora (kesamping)
  • Bandae(sejajar dengan kaki)
  • Baro ( berlawanan dengan kaki)
  • Ha-nah (satu)
  • Tul (dua)
  • Seht (tiga)
  • Neth (empat)
  • Ta-seot (lima)
  • Yeo-seot (enam)
  • Il-gop (tujuh)
  • Yeo-dul (delapan)
  • A-hop (sembilan)
  • Yeol (sepuluh)
  • Yeol–Hanna (sebelas)
  • Yeul-Tuk (dua belas)
  • SeuMool (dua puluh)
  • SeuMool-Hanna (dua puluh satu)
  • Soreun   (tiga puluh)
  • Maheun  (empat puluh)
  • Sheen  (lima puluh)
  • YeSoon  (enam puluh)
  • IlHeun  (tujuh puluh)
  • YuDoon  (delapan puluh)
  • AHeun  (sembilan puluh)
  • Bak  (seratus)
  • Il (ke-satu)
  • Ye (ke-dua)
  • Sam (ke-tiga)
  • Sah (ke-empat)
  • Oh (ke-lima)
  • Yook (ke-enam)
  • Chil (ke-tujuh)
  • Paal (ke-delapan)
  • Koo (ke-sembilan)
  • Sip (Ke-sepuluh)
  • Are, sasaran antara sabuk ke bawah
  • Momtong, sasaran sabuk sampai leher
  • Eolgeol, sasaran leher ke atas
  • Seogi (sikap kuda-kuda
  • Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka)
  • Pyeonhi Seogi (sikap kuda-kuda rileks)
  • Charyeot Seogi (sikap kuda-kuda bersiap)
  • Naranhi Seogi (sikap kuda-kuda sejajar).
  • Juchum Seogi (sikap kuda-kuda duduk).
  • Ap Seogi (sikap kuda-kuda jalan pendek).
  • Ap Kubi Seogi (sikap kuda-kuda jalan panjang).
  • Dwit Kubi Seogi (sikap kuda-kuda kuda-kuda L).
  • Beom Seogi (sikap kuda-kuda harimau).
  • Hakdari Seogi (sikap kuda-kuda satu kaki)
  • Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup)
  •  Koa Seogi (sikap kuda-kuda kaki menyilang).
  • Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus).
  • Kibon Junbi Seogi (sikap kuda-kuda siap).
  • Bojumeok Junbi Seogi (sikap kuda-kuda siap dengan menutup kepalan).


  • Are Makki / Low block

         Contoh :

  • Owen Ap Kubi Bakat Palmok Are Bakat Makki (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, tangkisan arah bawah sejajar dengan kaki depan).
  • Momtong Makki / Middle block

         Contoh :

  • Owen Ap Kubi Bakat Palmok Momtong Bakat Makki (Maju kaki kiri, sikap Ap Kubi, tangkisan arah tengah dibawah mata dari dalam ke luar dengan menggunakan lengan bagian luar, tangkisan sejajar dengan kaki depan).
  • Owen Ap Kubi Bakat Palmok Momtong Makki (Maju kaki kiri, sikap Ap Kubi, tangkisan arah tengah dibawah mata dari luar ke dalam menggunakan lengan bagian luar, tangkisan sejajar dengan kaki).
  • Owen Ap Kubi Bakat Palmok Momtong An Makki (Maju kaki kiri, sikap Ap Kubi, tangkisan arah tengah dibawah mata dari luar ke dalam menggunakan lengan bagian luar, tangkisan berlawanan dengan kaki).
  • Owen Ap Kubi An Palmok Momtong Bakat Makki (Maju kaki kiri, sikap Ap Kubi, tangkisan arah tengah dibawah mata dari dalam ke luar menggunakan lengan bagian dalam, tangkisan searah dengan kaki).
  • Eolgeol Makki / High block

         Contoh :

  • Owen Ap Kubi Bakat palmok Eolgeol Bakat Makki (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, tangkisan arah atas kepala menggunakan lengan bagian luar, tangkisan sejajar dengan kaki).
  • Jireugi (Pukulan dengan kepalan)
    • Owen Ap Kubi Momtong (Bandae) Jireugi (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, pukulan kepalan arah perut (ulu hati), pukulan sejajar dengan kaki).
    • Owen Ap Kubi Momtong (Baro) Jireugi (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah perut (ulu hati), pukulan berlwanan dengan kaki).
    • Oreun Ap Kubi Momtong (Bandae) Jireugi (Maju kaki kanan, sikap ap kubi, pukulan kepalan arah perut (ulu hati), pukulan sejajar dengan kaki).
    • Oreun Ap Kubi Momtong (Baro) Jireugi (Maju kaki kanan, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah perut (ulu hati), pukulan berlwanan dengan kaki).
    • Oreun Ap Kubi Momtong Dobeon Jireugi (Maju kaki kanan, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah perut (ulu hati) dua kali, pukulan pertama searah dengan kaki).
    • Owen Ap Kubi Momtong Dobeon Jireugi (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah perut (ulu hati) dua kali, pukulan pertama searah dengan kaki).
    • Owen Ap Kubi Are (Baro) Jireugi (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah bawah perut , pukulan berlwanan dengan kaki).
    • Oreun Ap Kubi Are (Bandae) Jireugi (Maju kaki kanan, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah bawah perut, pukulan sejajar dengan kaki).
    • Owen Ap Kubi Eol-Geol (Baro) Jireugi (Maju kaki kiri, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah atas (kepala) , pukulan berlwanan dengan kaki).
    • Oreun Ap Kubi Eol-Geol (Bandae) Jireugi (Maju kaki kanan, sikap ap kubi, pukulan kepalan  arah atas (kepala), pukulan sejajar dengan kaki).
    • Ap Chagi / Ap Cha Ki / Front kick (tendangan arah lurus kedepan)
    • Yeop Chagi / Yeo Cha Ki / Side kick (tendangan arah samping)
    • Dollyo Chagi / Dol Ryo Cha Ki / Round kick (tendangan melingkar kedepan)
    • Ap Niro Chagi (tendangan dengan sentakan dan dorongan kedepan)
    • Dwi Chagi / Backward kick (tendangan arah belakang)
    • Pyojop Chagi (tendangan menampar)
    • Del Ol Chigi / Smash Kick (tendangan smash dari atas ke bawah seperti “cangkul”)
    • Chao Ligi / Cha Ol Ri Ki /(tendangan ayunan lurus ke depan dari bawah ke atas dengan sasaran dagu).

Sumber : Mubiji

 
5 Comments

Posted by pada Januari 20, 2012 in Sport

 

Hati

Ingatkah anda sekalian pada sebuah hadits dibawah ini:

Dari Umar, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesuatu yang halal tapi dibenci Allah adalah perceraian” [H.R. Abu Daud dan Hakim]

Hadits tersebut menjelaskan bahwa putus cinta atau cerai adalah halal namun dibenci Allah, muungkin maksudnya adalah halal bagi manusia itu sendiri, karena tidak mendapat hukuman apa-apa dari Allah, tetapi Allah membencinya. Mengapa Allah membenci putus cinta atau cerai.

Putus Cinta pada hakikatnya tidak ada, karena cinta berhubungan dengan batin …. jika batin sudah terikat kuat, sangat sulit dipisahkan … walaupun dengan ucapan cerai, ucapan putus namun sebenarnya dalam hati belum seutuhnya putus dan cerai. Ingat, Allah lah yang membolak balikkan hati, Allah lah yang menyatukan hati … dan Allah lah yang memisahkan hati, namun Allah sangat membenci akan sebuah perceraian …

Padahal yang namanya menjalin cinta dan kasih sayang sama halnya menjalin silaturahim … sila yang berarti ikatan , dan rahim adalah kasih sayang … Seseorang yang memutuskan tali kasih sayang akan mendapatkan kebencian dari Allah, jika tanpa alasan yang kuat. Namun, sangat halal sekali jika memutuskan kasih sayang dengan orang yang memusuhi Allah, dengan orang yang memerangi agama Allah, dengan orang yang murtad pindah agama setelah ia beragama islam … itu sangat dianjurkan untuk memutus kasih sayang …

Sedangkan orang yang sudah menjalin kasih sayang, seharusnya dilarang memutuskan dalam arti menjaga silaturahim … karena orang yang menjaga silaturahimnya dengan orang yang dicintai Allah, maka Allah akan ikut serta dalam tali kasih itu, jika Allah sudah ikut serta pasti akan setia. Namun, ada beberapa tingkatan dalam kasih sayang itu, sayang kepada sesama, sahabat, kawan, suami, istri dan sayang pada orang tua, saudara, serta sayang kepada Allah dan nabi-Nya tentu porsinya sangat berbeda sekali …

Karena disini membahas tentang kasih sayang dua sejoli, maka harus fokus pembahasannya …. :)

Tentunya bagi yang sudah mempunyai kekasih dan pasangan, sering terjadi pertengkaran, Cemburu, kesalahpahaman, kemarahan dll. Yang semua itu dapat membuat cinta semakin lemah. Kadang, karena alasan ketidakcocokan, karena alasan sering bertengkar dan karena alasan tidak saling membahagiakan dijadikan sebagai dasar untuk berpisah …. alasan yang sebenarnya tidak pas sekali … jika alasan karena ketahuan kekasih selingkuh dengan manusia lain,, itu masih wajar … ketahuan kekasih pindah ke lain agama, itu juga wajar … ketahuan kekasih memusuhi Allah .. itupun juga wajar dijadikan alasan untuk berpisah .. namun, selama itu tidak terjadi, masih banyak solusi untuk memperbaiki semuanya.

Ada solusi jitu dari Allah ketika seseorang tidak menyukai kekasihnya setelah bertengkar dan lain-lain …. Allah telah berfirman dalam Al-Quran:

…Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. [Q.S. an-Nisaa' 4:19]

Nah, sudah tahu kan solusinya .. cukup bersabar … karena Allah akan memberikan surprise bagi orang-orang yang bersabar … Ingatlah …:)

Dengan demikian, pertahankan cinta anda yang sudah terjalin lama, jika ada kesalahfahaman, dikomunikasikan dengan baik, setialah … jangan sekalipun mengucapkan kata putus dan berpisah …. cinta buka permainan .. cinta adalah ibadah jika dipertahankan diatas cinta-Nya … karena cinta dinilai langsung oleh sang Maha Pecinta …

Semoga bermanfaat dan salam kesetiaan cinta bagi anda semua .. :)

Demi Allah yang membolak-balikan hati

Diriwayatkan oleh Bukhari dari Salim, dari Abdullah bahwa ia berkata, “Nabi seringkali bersumpah dengan menggunakan kalimat, ‘Demi Allah yang membolak-balikan hati.’” Artinya, demikian cepat Allah kuasa membalikkan dan mengubah berbagai perasaan hati, secepat angin yang bertiup kencang. Disebutkan dalam Al-Qur’an,

“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mendindingi (membuat dinding pembatas) antara manusia dan hati.” (QS. Al-Anfaal: 24)

Kata Mujahid, maksudnya ialah sesungguhnya Allah menghalangi antara seseorang dan akalnya sehingga ia tidak tahu lagi apa yang sedang dilakukannya.

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati.” (QS. Qaaf: 37)

Yang dimaksud ialah hati. Menurut penafsir ath-Thabari, ayat tersebut merupakan kabar dari Allah bahwa sebagai Tuhan yang menguasai hati semua hamba, Allah bisa membuat dinding pembatas antara mereka  dan hatinya jika Dia mau. Sehingga, siapa pun tidak akan sanggup memahami apa saja tanpa kehendak Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.

Dalam hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Abu Syaibah, Aisya ra., berkata, “Nabi SAW sering berdoa dengan mengatakan, ‘Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk selalu taat kepada-Mu.’ Aku pernah bertanya, ‘Ya Rasulullah, kenapa Anda sering berdoa dengan emnggunakan doa seperti itu? Apakah Anda sedang marasa ketakutan?’ Beliau menjawab, ‘Tidak ada yang membuatku merasa aman, hai Aisyah. Hati seluruh hamba ini berada di antara dua jari Allah Yang Maha Memaksa. Jika mau membalikkan hati seorang hamba-Nya, Allah tinggal membalikkannya begitu saja.’”

Kata para ulama, sepanjang yang memberikan hidayah atau petunjuk adalah Allah, sepanjang sikap istiqamah itu tergantung pada kehendak Allah, sepanjang akibat yang terjadi tidak ada yang sanggup mengetahui selain Allah, dan sepanjang keinginan Allah adalah segalanya, maka kamu jangan keburu mengagumi imanmu, shalatmu, puasamu, amal-amalmu yang lain, dan seluruh pengorbananmu. kendatipun secara lahiriah itu adalah hasil dari jerih payahmu, tetapi pada hakekatnya Tuhanmulah yang menciptakannya. Dengan kata lain, kamu bisa melakukan semua itu semata-mata adalah karena karunia-Nya.

Kalau kamu merasa bangga dengan semua itu, kamu tak ubahnya seperti seseorang yang merasa bangga atas barang milik orang lain, bukan milikmu sendiri. Sangat boleh jadi, sewaktu-waktu Allah akan merampas darimu. Akibatnya, hatimu kembali menjadi kosong dari kebajikan seperti perut seekor unta yang sedang kelaparan. Seringkali terjadi sebuah taman yang pada senja hari bunga-bunganya bermekaran, tetapi esok harinya semuanya menjadi layu dan hancur berantakkan karena disapu oleh angin yang kencang. Demikian pula seorang hamba yang pada sore hari hatinya berseri-seri memancarkan cahaya ketaatan kepada Allah, namun pagi harinya sontak menjadi sakit dan murung karena durhaka kepada Allah. Itu adalah tindakan Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana, Maha Mencipta, dan Maha Mengetahui.

Note :

Beliau bersabda:

وَمَا يُؤْمِنُنِي وَإِنَّمَا قُلُوبُ الْعِبَادِ بَيْنَ أُصْبُعَيْ الرَّحْمَنِ إِنَّهُ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُقَلِّبَ قَلْبَ عَبْدٍ قَلَّبَهُ قَالَ عَفَّانُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Apa yang membuatku aman, sesungguhnya hati hamba berada diantara dua ujung jari-jemari Arrahman, apabila Ia berkehendak untuk memabalikkan hati seorang hamba maka Ia akan membalikkannya.”

(HR. Ahmad; dalam hadits ini terdapat perawi yang MAJHULAH yaitu: AMANAH BINTI ABDILLAH; dan juga terdapat perawi yang LEMAH yaitu: ‘ali bin zaid)

Namun dalam riwayat lain yang berbunyi:

dari ‘Aa-isyah radhiyallahu ‘anhaa berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak mengucapkan;

‎يامثبت القلوب ثبت قلبي على دينك

Yaa mutsabbital quluub tsabbit qalbiy ‘ala diinik

Bersabda Rasulullah:

‎نعم و ما يؤمني أي عائشة و قلوب العباد بين إصبعين من أصابع الرحمن ؟

Benar, akan tetapi siapakah yang merasa aman wahai ‘aa-isyah; sedangkan hati seorang hamba berada diantara jari-jemari ar-rahmaan?!

(Maka hadits ini DISHAHIIHKAN oleh Syaikh al-albaaniy dalam takhrij kitaabus sunan)

 

sumber :

http://yuliarso.multiply.com

http://beritamuslimsahih-ahlussunnah.blogspot.com

http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=249771028410708

 
Leave a comment

Posted by pada Januari 20, 2012 in Psikologi

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.154 pengikut lainnya.