RSS

Arsip Bulanan: Desember 2011

Tidak semua yang kita inginkan itu baik bagi kita..,


Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita.Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke
luar angkasa.
Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar.
Dan aku bukan seorang pilot..
Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L
pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru.

Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat
lamaran ke Washington.
Setiap hari aku berlari ke kotak pos.

Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan ! Aku lolos
penyisihan pertama.
Ini benar-benar terjadi padaku. Selama beberapa minggu berikutnya,
perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental.
Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi.! Aku tahu aku semakin dekat
pada impianku.
Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan
astronot khusus
di Kennedy Space Center.

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang,
dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir.
Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara.
Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?

Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa..

Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe.
Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku
lenyap,
dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan
?!
Kenapa bukan aku ?! Bagian diriku yang mana yang kurang ?!
Mengapa aku diperlakukan kejam ?!

Aku berpaling pada ayahku.
Katanya, "Semua terjadi karena suatu alasan.."

Selasa, 28 Jan! uari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat
peluncuran Challanger.
Saat pesawat itu melewati menara
landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali.
Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu.
Kenapa bukan aku ?! Tujuh puluh tiga detik kemudian,
Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger
meledak,
dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku, "Semua terjadi karena suatu alasan.."
Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu,
walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk
kehadiranku di
bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang
pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk
bersyukur pada Tuhan
karena tidak semua doaku dikabulkan.

 

SERING KALI KITA TIDAK MENGERTI APA YANG TUHAN INGINKAN DALAM HIDUP KITA ..
TAPI PERCAYALAH BAHWA SEMUA YANG TELAH DIA IJINKAN TERJADI DALAM HIDUP KITA ADALAH YANG TERBAIK."

 
Leave a comment

Posted by pada Desember 31, 2011 in Motivator, Religy

 

Belajarlah, kesempatan akan datang

"Sumber dari segala macam bencana dan kutukan terhadap umat manusia
adalah kebodohan dan ketidakmengertian. Sumber dari tercipnayna
peradaban tinggi adalah
masyarakat yang menghormati pendidikan"

Setiap Manusia mempunyai potensi dan kesempatan yang sama untuk
bahagia dalam hidupnya. Walau ukuran kebahagiaan manusia tidak bisa
disama ratakan, namun secara umum bisa dilihat dari kesuksesan yang
diraih selama hidupnya. Kesuksesan tidak bisa didapat begitu saja,
butuh perjuangan dan usaha keras. Salah satu yang harus dilakukan
untuk mendapat kesuksesan ter - sebut adalah dengan belajar. Belajar,
merupakan tugas, tanggung jawab dan panggilan pertama bagi tiap
manusia. belajar, selain membuat pengetahuan yang kita miliki
bertambah, kesempatan terbukanya pintu kesuksesan pun semakin lebar.

Lantas bagaimana caranya agar kesuksesan yang ingin dicapai dengan
cara belajar tersebut, dapat
mudah kita raih ?? Ada beberapa hal yang patut kita ingat, ketika
kita sedang belajar untuk menuju kesuksesan yaitu  :

HASRAT KUAT  :
Belajar tanpa disertai oleh keinginan dan hasrat yang kuat untuk
menuju sukses, tak akan berhasil. Karena segala seuatu (termasuk
belajar) yang dilakukan tidak dengan sungguh-sungguh, hasil yang
dicapaipun akan ala kadarnya. Bila kesuksesan merupakan salah satu
proses yang ingin diraih untuk
mencapai kebahagiaan, maka mulailah belajar sungguh-sungguh dengan
hasrat kuat, keinginan dan
harapan yang besar.

Selain keberhasilan tidak akan pernah singgah kepada orang-orang yang
berhastar lemah dan tak punya kemauan, tidak bisa dipungkiri bahwa
segala sesuatu hanya akan terjadi bila kita menginginkan itu terjadi
Seperti kata pepatah "Siapa yang berpikir dia bisa, maka dia akan
bisa menjadi siapapun yang dia inginkan" Ciptakan dan penuhi alam
bawah sadar kita dengan hasrat yang kuat untuk meraih harapan.

BERANI BELAJAR  :
Semua orang pada dasarnya tidak tahu dan tidak mampu. Hanya orang- orang
yang berani belajar yang akhirnya akan tahu dan mampu. Ada
begitu banyak cara untuk belajar, baik melalui pengalaman diri
sendiri pengalaman orang lain, buku-buku bacaan, perenungan, kursus
ataupun pelatihan-pelatihan yang ada. Kita tinggal memilih cara
belajar yang kita sukai. Namun harus dipastikan bahwa cara belajar
yang dilakukan, bisa membuat kita lebih mengerti dan memahami banyak
hal. Sehingga kita mampu melihat dan mengetahui
bahwa ada banyak cara dan pilihan untuk meraih kehidupan yang lebih
baik.

"Saya akan belajar, maka kesempatan akan datang" sunggu tepat apa
yang dikatakanAbraham Lincoln tersebut Sebab tanpa belajar, maka
segala kemungkinan menuju kesuksesan bisa hilang. Untuk menjadi siri
yang selalu belajar (a becoming learling person) diperlukan
keberanian dan ketabahan, yang berakibat terbukanya segala
kemungkinan untuk kehidupan yang lebih baik.

BERANI BERUBAH    :
"Learning has not taken place, until behaviour has changed,: belajar
tidak akan berarti apa-apa,sampai terjadi perubahan perilaku. Dengan
belajar pengetahuan dan ketrampilan kita bertambah. Tetapi
pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak akan
berarti apa-apa,jika ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak
sanggup merubah diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Pengetahuan kita akan hemat tidak akan men- jadikan kita kaya kecuali
kita berani berubah menjadi orang hemat dan mungkin akan kaya.
Pengetahuan kita tentang kerja keras tak akan memberi manfaat, sampai
kita berubah menjadi seorang
pekerja keras dan meraih keberhasilan.

Setelah kita belajar, kita memiliki pengetahuan dan ketrampilan
tentang hal-hal yang kita pelajar. Langkah
berikutnya adalah bagaimana kita bisa berubah menjadi pribadi yang
lebih baik, berdasarkan pengetahuan yang kita miliki. Perubahan itu
mungkin terjadi begitu lambat. Bagi orang-orang tertentu hal itu
mungkin menjadikannya frustasi sehingga proses belajarpun terhenti
ditengah jalan, karena tidak merasa mendapatkan manfaat dari proses
belajar. Namun perlu disadari bahwa jauh lebih sulit menerapkan apa
yang kita ketahui, dibanding dengan proses belajar untuk mendapatkan
pengetahuan itu sendiri. Perubahan kearah lebih baik yang terjadi
pada diri kita, walau berjalan secara perlahan, sedikit demi sedikit,
hal itu akan sangat besar artinta bagi kesuksesan kita.

Teruslah belajar dan janganlah pernah menyerah, walau
kegagalan bisa sewaktu-waktu menghampiri. Gagal bukan berarti mati,
tapi gagal berarti ada banyak hal yang harus diperbaiki. Lupakan kata
tidak mampu dan tidak mungkin, namun persiapkan fisik dan mental
Anda untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

 
Leave a comment

Posted by pada Desember 31, 2011 in Motivator

 

Cermin yang Terlupakan

Pada suatu ketika, sepasang suami istri, katakanlah nama mereka Smith,
mengadakan 'garage sale' untuk menjual barang-barang bekas yang tidak
mereka butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan  anak-anak
mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri.

Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang
tidak dibutuhkan  lagi.

Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan
benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang. Salah satu  di
antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah
pernikahan mereka, dua puluh tahun yang lampau.

Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah
digunakan. Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak
buruk, dan tidak cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah
mereka. Namun karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya,
cermin itu tidak mereka kembalikan. Demikianlah, cermin itu teronggok  di
loteng. Setelah dua puluh tahun berlalu, mereka berpikir orang yang
memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Maka mereka
mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang  lain
untuk dijual keesokan hari.

Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah  mereka
penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang  mereka
jual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah  tangga,
buku-buku, pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua  yang
sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli.

Seorang lelaki menghampiri Mrs. Smith.

"Berapa harga cermin itu?"  katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai
tadi. Mrs. Smith tercengang.

"Wah,  saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda
sungguh  ingin membelinya?" katanya.

"Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus."  jawab pria itu. Mrs. Smith
tidak tahu berapa harga yang pantas untuk  cermin jelek itu. Meskipun sangat
mulus, namun baginya cermin itu  tetaplah jelek dan tidak berharga.

Setelah berpikir sejenak, Mrs. Smith  berkata, "Hmm .... anda bisa membeli
cermin itu untuk satu dolar."

Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik
selembar uang  satu dolar dan memberikannya kepada Mrs. Smith.

"Terima kasih," kata Mrs. Smith, "Sekarang cermin itu jadi milik Anda.
Apakah perlu dibungkus?"

"Oh, jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang."  jawab
si pembeli.

Mrs. Smith memberikan ijinnya, dan pria itu bergegas mengambil cerminnya
dan meletakkannya di atas meja di depan Mrs. Smith. Dia mulai mengupas
pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan  lapisan
pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya.

Bingkai cermin  itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru
aqua yang  selama ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung
bingkai itu!

"Ya, tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!" sorak pria itu dengan
gembira. Mrs. Smith tidak bisa berkata-kata menyaksikan cermin indah  itu
dibawa pergi oleh pemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih
pantas daripada loteng rumah yang sempit dan berdebu.

Kisah ini menggambarkan bagaimana kita melihat hidup kita. Terkadang  kita
merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita
melihat hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun
pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pegi  bekerja, pulang
sore, tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari.

Sama halnya dengan Mr. dan Mrs. Smith yang hanya melihat plastik pelapis
dari bingkai cermin mereka, sehingga mereka merasa cermin itu jelek dan
tidak cocok digantung di dinding. Padahal dibalik lapisan itu, ada warna
emas yang indah.

Padahal di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat  memperkaya
hidup kita.

Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur  hidup
kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali  dalam hidup
kita. Setiap detik adalah pemberian baru dari Tuhan untuk kita.

Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas?

Akankah kita  membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak
seperti yang  kita inginkan?

Setelah dua puluh tahun, dan setelah terlambat, barulah Mrs. Smith
menyadari nilai sesungguhnya dari cermin tersebut. Inginkah kita  menyadari
keindahan hidup kita setelah segalanya terlambat? Tentu tidak.

Sebab itu, marilah kita mulai mengikis pandangan kita bahwa hidup  hanyalah
rutinitas belaka. Mari kita mulai mengelupas rutinitas  tersebut dan
menemukan nilai sesungguhnya dari hidup kita.

Marilah kita mulai menjelajah hidup kita, menemukan hal-hal baru,  belajar
lebih banyak, mengenal orang lebih baik.

Mari kita melakukan sesuatu  yang baru.

Mari kita membuat perbedaan!

 

 
2 Comments

Posted by pada Desember 31, 2011 in Motivator, Remaja

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.154 pengikut lainnya.